Inilah Perbandingan Biaya Haji Tanpa Antre, ONH Plus, Dan Reguler Yang Perlu Anda Ketahui

Pada prinsipnya, Jamaah haji yang dapat pergi ke Baitullah harus memiliki izin masuk (Visa) yang berasal dari Kedutaan Besar Arab Saudi (KBSA). Kerajaan Arab Saudi kala ini merupakan the custodian of the two holy places yakni penjaga dua kota suci Mekkah dan Madinah. Penjaga dua kota suci ini terus berpindah setiap waktu. Kaum Kafir Quraisy pernah melindungi kota Mekkah sebelum Nabi. Kekhalifahan Turki Utsmani pernah menjaganya pula.

Visa haji yang diberikan secara gratis ini hanya memperbolehkan pemiliknya untuk mengujungi tiga kota saja: Jamaah mendarat di Jeddah, dan kemudian datang ke Mekkah dan Madinah. Biasanya para jamaah haji wajib menggunakan jalur tol sebagai fasilitas perjalanan yang menghubungkan antara kota Jeddah menuju kota Mekkah atau kota Madinah dengan menggunakan kendaraan Bus atau taksi yang sudah tersedia disana. Jadi, pada intinya para jamaah haji yang memiliki visa tak boleh jalan-jalan asal-asalan ke kota-kota lain di Arab Saudi.

Berhubung Jemaah haji semakin lama semakin banyak, maka pemerintah Arab Saudi terpaksa mengurangi jumlah Jemaah haji. Setiap tahunnya jumlah Jamaah haji berkurang lebih dari 3 juta Jemaah, dikarenakan keterbatasan pada area pelaksanaan indaha. Pemerintah Arab Saudi menyediakan fasilitas yang cukup memadai untuk mengantisipasi jalur perjalanan ibadah haji antara Mekkah-Arafah Mina (Armina) yang merupakan daerah perkumpulan terbesar manusia setiap tahunnya.

Untuk mengatasi semakin banyaknya jumlah Jamaah haji yang ingin beribadah ke Tanah Suci, maka kemudian pemerintah Arab Saudi membatasi nya dengan sistem kuota yang kurang lebih mengharuskan setiap negara muslim maksimal mengirimkan jamaah haji mereka kurang lebih sebanyak 1000 jamaah saja.

Penduduk muslim Indonesia yang berjumlah kurang lebih 210 juta penduduk beroleh kuota kurang lebih 210 ribu Jemaah haji untuk tahun 2012. Sehingga calon Jemaah wajib mengantri untuk dapat beribadah ke Baitullah. Dalam kuota ini dibagi jadi kuota untuk Jemaah regular dan kuota untuk Jemaah haji spesifik (ONH Plus) yang sejak 2004 pendaftaran dan mekanismenya turut dikelola pemerintah. Dahulu, Jemaah haji and diorganisir secara mandiri oleh travel perjalanan haji, walaupun Pemerintah Indonesia sudah mengelola haji sejak tahun 1949. Untuk lengkapnya, mari kami bahas satu per satu jenis-jenis haji tersebut.
Apakah Anda memahami perbandingan biaya haji tanpa antre, ONH Plus, dan Reguler? Ketiganya mempunyai biaya yang berbeda-beda

Haji merupakan rukun Islam yang kelima yang wajib dikerjakan setidaknya sekali seumur hidup bagi umat muslim yang dapat secara fisik maupun finansial. Ada lebih dari satu pilihan paket yang dapat Anda pilih dikala dapat jalankan ibadah haji, yakni haji tanpa antre atau Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Reguler.

Definisi Haji Tanpa antre, ONH Plus, dan Reguler

Untuk memahami perbandingan biayanya, maka Anda wajib memahami terutama dahulu definisi berasal dari paket haji tersebut. Untuk haji Reguler sendiri merupakan ibadah haji yang diadakan oleh Pemerintah Indonesia yang menjalin kemitraan dengan Pemerintah Arab Saudi. Sementara untuk ONH Plus dan Haji Furoda diadakan oleh pihak swasta atau travel.

Meskipun tidak serupa penyelenggara, ketiganya selalu masuk ke didalam pengawasan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama. Waktu menanti untuk tiap-tiap paket haji juga berbeda-beda.

Waktu menanti untuk haji Reguler berkisar antara 10 sampai 30 tahun. Untuk haji and atau ONH and kuota Kemenag RI berkisar 5-7 tahun. Sedangkan untuk Haji Furoda tidak wajib menanti atau segera berangkat.

Perbandingan Biaya Haji Tanpa antre, ONH Plus, dan Reguler

Untuk perbandingan biayanya, haji tanpa antre, ONH Plus, dan juga reguler tidak serupa beda dan cukup jauh kalau dibandingkan. Hal ini terkait dengan sarana yang didapatkan berasal dari masing-masing paket haji.

Biaya haji Reguler berkisar antara Rp30 juta sampai Rp45 juta. Untuk haji and atau ONH Plus, Anda membutuhkan biaya kurang lebih Rp150 sampai Rp160 tergantung berasal dari kurs yang berlaku kala calon jamaah haji jalankan pendaftaran dan pelunasan. Sementara untuk haji tanpa antre atau Haji Furoda sendiri cukup mahal, yakni di angka Rp250 juta per orangnya.

Fasilitas dan kala menanti yang diberikan oleh ketiga paket selanjutnya berbeda, supaya makin lama mahal harganya, maka sarana yang didapatkan dapat makin lama banyak. Itulah lebih dari satu perbandingan biaya haji tanpa antre, ONH Plus, dan Reguler yang dilansir berasal dari beragam sumber website travel haji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *